Selasa, 26 Maret 2013

Mengapa Jendela di Menara Pemandu Lalu Lintas Udara Dibuat Miring?

Diantara sekian banyak bandara yang ada di seluruh dunia, hampir tidak ada yang memiliki desain arsitektur yang serupa. Namun, ada satu bangunan di bandara yang memiliki bentuk yang hampir sama yang dapat dijumpai dimana pun di seluruh dunia, yaitu menara pemandu lalu lintas udara atau Air Traffic Control (ATC). Dimana-mana, menara ini selalu memiliki jendela yang miring. Lalu apa sebenarnya tujuan jendela menara tersebut dibuat miring? Banyak yang beranggapan bahwa jendela tersebut dirancang seperti itu untuk mencegah pantulan sinar matahari ke pilot di dalam kokpit pesawat. Namun penjelasan, ini tidak memiliki dasar yang kuat. Karena, bangunan lain di bandara memiliki jendela yang dipasang vertikal seperti biasa. Manfaat dari jendela yang miring ini ternyata bukan untuk orang-orang yang berada di luar menara melainkan untuk mereka yang berada di dalam menara tersebut. Kita biasa melihat (dan mengabaikan) pantulan cahaya yang ada di kaca sepanjang waktu, misalnya di monitor komputer atau di kaca jendela mobil. Tapi bagi petugas pemandu lalu lintas udara, pandangan mereka sama sekali tidak boleh terganggu oleh pantulan cahaya di kaca jendela. Karena, mereka memantau penerbangan, dimana keselamatan sangat diutamakan. Dengan jendela kaca yang miring ini, setiap cahaya dari dalam menara (seperti monitor komputer, layar video, lampu, dan lainnya) akan terpantulkan ke langit-langit. Langit-langit di menara ATC sendiri biasanya akan dicat dengan warna hitam untuk menyerap pantulan cahaya tersebut. Dengan begitu, tidak akan ada pantulan cahaya di kaca jendela yang dapat mengganggu penglihatan petugas pemandu lalu lintas udara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar